ManiakMotor – Pakai baju dan telanjang itu sama indahnya. Tentu yang telanjang enak dilihat seperti naked bike
Honda CB150R Street Fire yang memang naked. Baju juga sama, tergantung
yang pakai bajunya. Jika yang pakai atletis, pasti akan pas dengan
tujuan pedesainnya. Cerita baju motor, ya pasti fairing.
Itu tadi tergantung
yang pakai bajunya. “Oooo bukan itu, tergantung yang memodifikasinya.
Apalagi ini hanya modifikasi ringan dalam pertukangan dan ringan dengan
biayanya. Hanya tambahan lampu yang mengikuti desain fairing,” kata Wardoyo, pemodif dari Gandul 2Wheels Custom (G2C) dari Gandul, Cinere, kepada reporter langsung bukan lewat telepon.
Fairing referensi sendiri dari pemodifikasi. Tapi itulah kelebihan rangka pipa CBR150R disatukan dengan fairing, langsung okeh-okeh beibeh. Untuk ini fairing harus diracik dulu dari bahan fiber, macam lem, resin, katalis, roping dan mat. Kali ini menggunakan mal pelat 0,8 mm, bukan kartun seperti biasa. E, e. E, salah tuh yang benar karton, kalau kartun film anak-anak, pak.
Menurut D2C dengan penuntun pelat, ya kan mal sama dengan penunjuk arah agar tidak tersesat ke lembah dosa, hehe. Pelat akan mencapai tekstur konsisten, tidak mudah berubah godaan syaitan. Ada lagi kelebihannya, saat bikin ulang hasilnya akan sama rapi, mal yang ini masih bisa digunakan.
Titik awal fairing justru dari sayap kecil bawaan motor di samping tangki. “Juga harus marik kesatuan dengan lampu depan. Saya nggak
tahu ini lampu asal motor apa, tapi saya beli di toko aksesori,” lanjut
Wardoyo dengan logat Sragen yang sangat kental, kental bangat.
Fairing
yang 3 bagian itu aman terkendali, 86 'Dan..! Depan dan samping
kanan-kiri, diikat bantuan pelat strip 3 mm. Kata yang tepat dirangkai,
pusatnya ada pada dudukan sayap ori CB150R. Panjang pelat tidak sama, disesuaikeun kebutuhan.
Ikatan-ikatan baut dan
pelat tidak mengganggu penampilan motor, walau sampeyan dari dekat.
Karena dibentuk mirip bawaan motor ala pabrikan. Bagian-bagian yang
berlubang menganggu pandangan tembus ke balik, ditutup seperti kesatuan
fairing dengan beda corak.
Pemegang fairing depan lain lagi. Dari pipa ¾ inci ang sistemnya knock down.
Persis pipa paralon, tapi pakai 2 baut ukuran 12 mm. Tujuannya supaya
fairing depan mudah di lepas bila kembali ke aslinya CB150R. Total
panjang pipa itu 30 cm, tapi dibagi lagi masing-masing 10 cm kiri kanan.
Paham kan?
Kembali pada konsep yang siapa dulu yang pakai bajunya, CB150R getu loh. Basis motor yang menggunakan sudut rake 25o atau sport bike lincah itu, tetap gesit dengan fairing. Apalagi menggunakan setang clip on, agar
bagian siku pengendara n dekat dengan fairing atas. Walau begitu
pengendara tidak perlu tiarap-tiarap amat. Sebab naik motor bukan lagi
perang. Cukup bayar ongkosnya Rp 3 juta, seperti itu motornya. Itu di luar setang kemudi, tetapi sudah termasuk cutting sticker, windshield, lampu depan, sepatbor depan, dan baut-baut aksesori pemanis tampilan. Adib
| Data Modifikasi | ||||||
| Fairing | : G2C | |||||
| Setang | : Asesoris | |||||
| Sepatbor depan | : Fiber G2C | |||||
| Spion | : Asesori | |||||
| G2C | : Jl. Gandul, Krukut, Ambara, CInere, Depok | |||||
| Telp | : 021-36722183 – 081294972551 - 087881278980 | |||||